Jumat, 24 Desember 2010

SATE PRING KUNING, BLITAR

Sate dimana-mana merupakan makanan favorit mulai dari sate daging kambing, daging ayam sampai daging kelinci. Begitu pula di kota Blitar, banyak penjual sate dari yang semi permanen bertempat di trotoar-trotoar jalan protokol sampe yang memang menempati sebuah rumah permanen. Seperti Sate Kambing yang berada di Desa Kalipucung Kec. Sanankulon Kab Blitar, persisnya di selatan jalan raya blitar-kediri, kurang lebih sekitar 10 Km dari kota Blitar ke arah barat, terdapat Sate Kambing Pring Kuning. Siapa sih pengelolanya kok bisa rame begitu? Bapak Sunoto, begitu namanya si empu Sate Pring Kuning atau lebih akrab dipanggil pak To Pring Kuning. Beliau membuka rumah makan spesialis sate kambing sejak pasca gunung Kelud meletus tahun 1990. Dihalaman rumah makan pak To terdapat bambu kuning maka pak To pun memberi nama warungnya dengan Pring Kuning (Pring=Bambu). Saat ini, Sate pring Kuning dikelola oleh anak-anaknya. Buka mulai pukul 10.00 WIB sampai menjelang Maghrib. Namun, meski durasi waktu yang hanya beberapa jam perharinya itu, ternyata Sate pring Kuning mampu menjual 2000-2500 tusuk sate setiap harinya, belum lagi kalu ada permintaan khusus dari warga ketika sedang mempunyai hajat manten dan sebagainya, bisa nambah satu bahkan dua ekor kambing sebagai bahan satenya. Sementara untuk setiap harinya sate pring Kuning rata-rata memerlukan 2-3 ekor kambing. Untuk per-porsinya dengan 10 tusuk sate dan nasi putih harganya Rp. 15.000,-. Pemanggangan sate seperti ditempat-tempat lain hanya saja tidak memakai kipas angin listrik, namun dengan memakai kipas dari bambu dan dikibas-kibaskan pakai tangan. Katanya untuk menjaga aroma dan kelezatan daging kambing. Silahkan mampir bila anda melewati jalan raya Blitar-Kediri tersebut, buktikan rasanya!

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Widyaswara | Address : Jl. Kalidami viii/25 Surabaya - Telp.(031) 5926865, 081322430013 | Blogger Templates